Meskipun Banyak Target ini Masih Sering Gagal Terlakoni, Kedatangan Ramadhan yang Fitri akan Selalu Kamu Nanti

| June 6, 2016 | 0 Comments

Hari kemenangan bagi para umat muslim sudah semakin dekat. Perjalanan menjalani puasa Ramadhan kini telah mencapai pertengahan. Bulan yang penuh berkah ini terasa semakin dekat untuk mencapai bulan yag fitri.

Biasanya kamu punya agenda tersendiri tentang bulan yang suci ini bukan? yang kamu tambatkan dengan segudang ekspektasi atau resolusi yang kamu miliki. Selain pahala kamu juga mengharapkan beberapa manfaat dan target ekstra untuk memperbaiki diri dan hidupmu di bulan puasa. Namun, gak bisa dipungkiri kalau semua ekspektasimu itu nggak semudah membalik sepotong bakwan.
Coba kita refleksikan bersama.

1. Kamu memulai puasa dengan niat mulia: berbagi rejeki di saat buka nanti, berjanji untuk nggak serakah lagi. Tapi ternyata, pas berbuka rasanya pengen semua makanan buat sendiri.

Di awal puasa, kamu penuh semangat untuk ikhlas dan memberi karena memang itu merupakan salah satu makna di bulan suci. Contoh paling sederhana adalah dengan belajar berbagi makanan saat buka. Kamu beriniat untuk selalu sabar dan gak serakah. “Oke, baiklah, akan kulakukan!” batinmu.

Eh begitu adzan berkumandang, ketika bedug mulai dipukul di tv-tv, biasanya kamu langsung belingsatan pengen makan semua takjil sendirian. Yah, namanya juga khilaf sih…

2. Karena salah tujuan puasa adalah menahan diri, kamu berniat akan makan dengan sabar dan anggun saat buka nanti. Tapi ternyata kamu malah makan dengan rakus sekali.

“Sabar, sabar dan sabar! Jangan sampai terbawa hawa nafsu semata”

Teorinya begitu, semua-semua harus dengan kontrol diri. Nggak boleh mengikuti nafsu, nggak boleh grasak-grusuk. Sayang lain cerita kalau magrhib sudah menjelang, misi di kepala berubah jadi “HAJAR BLEH!” Seolah-olah kalau kamu makan pelan-pelan nanti makanannya keburu lari.

3. Untuk memenuhi kebutuhan tubuh, kamu berjanji akan minum air putih yang banyak saat buka dan sahur. Tapi ternyata… es buah atau sirop lebih bikin kamu tergiur.

es buah
Selezat apapun minuman manis, kamu tetap butuh air putih via cookpad.com

Tubuh manusia butuh asupan air putih yang cukup agar bisa beroperasi dengan sehat. Air putih minimal 2 liter perhari adalah salah satu kebutuhan dasar agar fisik kamu terus merasa segar. Artinya kamu harus mengatur asupan air putihmu saat berbuka, malam hari dan saat sahur agar kebutuhanmu tercukupi. “Sip lah, gampang, minum air doang.” pikirmu.

Pada kenyataannya… kamu sering kali lupa untuk minum cukup air putih, karena lebih doyan minum es buah, cendol, sirup dan minuman-minuman manis lain yang terlihat lebih menggiurkan. Pikiranmu berganti jadi “Nggak apa-apa lah, gampang, cuma air doang.” Padahal air putih tetap nggak bisa digantikan perannya dalam kesehatan kamu.

4. Kamu terikat janji akan minum banyak air, demi badan yang segar bugar selama shaum. Tapi ternyata… baru jam 6 pagi dan kamu udah ke belakang berkali-kali.

Apalagi kalau pagi itu dingin sekali, rasanya sudah ada tiga kali dalam satu jam itu kamu ke kamar mandi. Kamu merasa ‘tabungan airmu’ jadi sia-sia sebelum waktunya.


5. Setelah sahur perutmu terisi penuh; menahan lapar seharian terasa enteng bagimu. Tapi ternyata… baru jam 10 pagi kamu sudah bilang lemas dan mengeluh kelaparan.

04:21 “Alhamdulillah, kenyang banget. Kayaknya sampai sahur lagi juga ga bakal pengen makan…”

Nggak sampai enam jam kemudian.

09:30 “BAIM LAPAR YA ALLAH!!! HUHUHUHU!!!” *kruyuk-kruyuk* (seringnya diucapkan dalam hati kalau lagi ditempat umum.)

6. Niatnya: sambil cari pahala sekalian diet. Tapi ternyata… kamu malah lebih lapar mata sama gorengan yang lezat.

Mumpung lagi puasa, kamu ingin sekalian merealisasikan pola makan sehat yang sedang kamu minati. “Saatnya memperbanyak makan makanan sehat dan kaya serat”, katamu dalam hati. Misalnya kurma dan buah-buahan segar, kue atau manisan berbahan alami.

“……. Mang gorengannya campur 20 ribu ya, Mang!” pilihan takjilmu berhenti di situ.

Apa mau dikata, pemandangan gorengan yang menggoda di waktu menjelang berbuka sangat sulit buat ditolak pesonanya.


7. Inginnya berbuka seperlunya saja lalu dilanjut makan besar setelah tarawih. Tapi ternyata… kamu sering lupa diri; makan berlebihan sampai jalan ke sajadah aja sulit.

Ekspektasi: “Ah, makan dikit aja deh ntar. Habis tarawih baru makan sepuasnya.”

Realita: “Ah, udah adzan Isya! Aduh baru ngehabisin ayam sepotong, plus sayur asem semangkok, plus mendoan 3 potong… bisa rukuk nggak ya ntar pas tarawih?” *sambil elus-elus perut*


8. Maksudnya ingin menghabiskan waktu ngabuburit dengan kegiatan yang berkah. Tapi ternyata… nggak jarang keasikan nongkrong pas buka bersama sampai-sampai lupa beribadah.

“Eh, kok udah adzan lagi? Perasaan baru semenit tadi Adzan Maghrib… Ini Adzan apa?”

Puasa lancar, ngabuburit gencar, semangat banget buat buka bersama teman-teman apalagi pacar. Tapi saking asiknya ngabuburit, kamu sampai lupa Shalat Magrhib. Tahu-tahu Adzan Isya berkumandang. Yaaah…


9. Kamu bertekad kelar tarawih hendak mengisi waktu dengan dzikir, tadarus dan ibadah. Tapi ternyata… lebih sering tergoda rayuan kasur atau kegiatan duniawi lainnya.

Di bulan penuh ampunan ini kamu berniat untuk memanfaatkannya guna menimba pahala dan ampunan sebanyak-banyaknya dari Yang Maha Kuasa. Pokoknya setiap menit akan kamu isi dengan doa, dzikir, dan beramal soleh. Habis tarawih, kamu ingin mengisi waktu luang dengan membaca kitab suci dan memperdalam ilmu agama. Pokoknya optimal untuk sembahyang!

Tapi, kalau mau jujur, gak jarang baru rakaat ke empat saat shalat tarawih aja kamu sudah kangen sama kasur atau pengen lanjutin nonton acara televisi. Kalau nggak, habis sholat witir pengennya cepet-cepet balik buat main game atau buru-buru nengok update-an media sosial…


10. Perkiraan saat Ramadhan adalah nggak banyak pengeluaran, sebab bakal jarang jajan. Tapi ternyata… karena ngidam seharian, setelah buka jadi habis-habisan makan di luar.

Logikanya, ketika puasa kamu jadi nggak bisa jajan dan nggak akan boros. Namun pada kenyataannya lagi-lagi karena seharian ngidam kamu jadi gelap mata saat melihat jejeran jajanan yang menerbitkan selera atau tumpukan makanan yang menggugah nafsu. Laper mata istilahnya, semua pengen kamu beli, semua pengen dicicipi. Padahal belum tentu bisa kamu habiskan sendiri…


11. Selain menimba pahala, kamu juga berharap akan ada bonus kurusan dari ibadah berpuasa. Tapi ternyata… jarum timbangan malah gerak ke kanan.

Rencananya kamu akan menjadikan moment puasa nggak hanya untuk bertaubat, tapi juga buat menurunkan bobot. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Karena setiap hari nggak boleh makan dari subuh sampai maghrib, kamu pikir berat badanmu akan ikut turun juga.

Pada kenyataannya, kamu nggak bisa menahan dirimu dari hasrat ‘balas dendam’ ketika malam tiba. Dengan pikiran “Kapan lagi bisa makan semua ini? Besok subuh kan udah puasa lagi!” kamu justifikasi kelakuanmu yang makan berlebihan malam-malam, dekat waktu tidur pula. Begitu terus, sampai akhirnya kamu sadar beratmu malah melonjak naik.


12. Kamu paham kalau puasa tidak semata-mata menahan haus dan dahaga saja. Tapi ternyata… kamu sering lupa dan tetap terbawa nafsu lain yang kerap terlupa seperti amarah atau berghibah.

kesabaran ketika puasa by hipwee
Kadang kamu luput dalam menjaga nafsu-nafsu dalam bentuk lain via islampeace1.wordpress.com

Ibadah puasa tidak sesederhana menahan lapar; dahaga; dan birahi semata, melainkan juga menjaga diri dari perbuatan dan pikiran yang buruk. Tapi seberapa sering kita mendapati diri kita khilaf dan kelepasan mengikuti nafsu-nafsu lain tersebut?

Terbawa amarah dan emosi, berpikiran negatif, mencibir orang lain dan semacamnya; kadang tidak bisa kamu hindarkan dan kadang malah nggak kamu sadari sebagai hal yang bisa mengurangi pahala puasa.


13. Kamu juga berikrar pada diri sendiri, bahwa kamu akan kuat menghadapi segala godaan sampai akhir Ramadhan nanti. Tapi ternyata… gak jarang kamu terlena dan gagal melawan godaan.

Ada kalanya, kamu nggak tahan lagi sama terik matahari yang menyengat dan dahaga yang mencekat. Ada masanya, kamu nggak tahan lagi dengan gemuruh perut yang minta disuapi. Bisa juga karena kondisi tubuh yang tiba-tiba tidak bisa diajak kompromi… Mokel (batal diam-diam) pernah kamu alami. Kadang sengaja, kadang nggak; apapun alasannya kamu pernah gagal menjalankan kewajibanmu.

Yah, namanya juga hamba-Nya yang tak pernah luput dari godaan, mudah-mudahan tahun depan bisa full ya…
Meski banyak targetmu yang belum terpenuh namun kamu tidak mau menyerah dan tetap berusaha sekuat tenaga agar ibadahmu semakin lebih baik dari tahun ke tahun.

Namun meski kamu mengalami banyak rintangan dan hambatan, kerinduanmu akan Bulan Suci Ramadhan tak pernah hilang. Keinginanmu untuk terus memperbaiki diri tak pernah pupus. Kamu selalu bertekad untuk memperkokoh iman dan takwa guna menyambut bulan penuh rahmat dan ampunan-Nya. Selalu terbesit harap agar ibadah dan perjalananmu untuk semakin dekat dengan Tuhan akan lebih lancar dari tahun-tahun sebelumnya. Bagus, pupuk semangatmu dan jangan menyerah.

Apakah kalian juga merasakan ada resolusi-resolusi Ramadhan kalian yang nggak sejalan dengan kenyataan? Nggak apa-apa, jangan patah arang. Manusia memang tidak ada yang sempurna dan ibadah puasa adalah salah satu perjalanan kita untuk menempa diri agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Tags: ,

Category: Tips, Tips Puasa

Leave a Reply